Minggu, 18 Desember 2011

Hewan-Hewan Yang Bertahan di Udara Dingin

Hewan-hewan yang tinggal di tempat dingin atau di daerah dengan empat musim memiliki kemampuan untuk bertahan dalam suhu dingin.

1. Bentuk
     Meskipun termasuk dalam satu spesies, hewan yang tinggal di daerah dingin punya bentuk tubuh yang lebih besar dibanding yang tinggal di daerah panas atau tropis. Tubuh yang besar bisa memperlambat hilangnya panas tubuh (ini disebutkan dalam Bergman's Law).
     Hewan-hewan yang tinggal di tempat dingin rata-rata memiliki hidung, telinga, ekor, kaki yang pendek, dan bentuk tubuh yang bulat. Jika telinga atau ekor hewan-hewan ini panjang, mereka mudah kehilangan panas. Karena itulah, rusa Siberia punya tubuh lebih besar dibanding rusa Taiwan. Lalu, telinga rubah Siberia juga lebih pendek dibanding telinga rubah gurun.

2. Berganti Bulu
     Bulu yang dimiliki oleh mamalia berfungsi untuk melindungi tubuhnya dari dingin atau hal-hal membahayakan yang berada di sekitarnya. Secara teratur, bulu yang dimiliki mamalia akan rontok dan diganti bulu yang baru. Biasanya, bulu mamalia akan berganti sebanyak satu sampai dua kali dalam setahun.
     Hewan yang tinggal di daerah kutub, biasanya berganti bulu menjadi lebih tebal pada musim dingin agar bisa bertahan terhadap dingin. Lalu, ada juga hewan yang berganti bulu setiap musim, seperti rubah kutub yang punya bulu berwarna cokelat pada musim panas, dan berganti jadi warna putih pada musim dingin. Hewan peliharaan di rumah akan berganti bulu pelan-pelan, sedangkan hewan liar bisa berganti bulu dalam waktu singkat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar